Ketika Harga Saham Turun

Spread the love

Kalau sudah lama ada di pasar saham pasti pernah mengalami rasa cemas ketika harga saham yang dimiliki turun. Teorinya sih simple, kalau memang sahamnya bagus ya beli aja lagi. Itu kalau masih ada cash. Kalau tidak punya cash, ya tunggu aja sampai naik lagi. Itu teorinya… Tapi kenyataan tidak semudah itu. Biasanya ketika saham turun, muncul lagi berita-berita negatif yang mengubah rasa optimisme menjadi pesimisme, seolah dalam waktu dekat kondisi perusahaan akan balik arah menjadi jelek.

Dari pengalaman saya, kebanyakan kasus dari pesimisme market bersifat sementara. Harga saham turun hanya karena sifat emosional yang tidak berdasar. Dan biasanya bertambah parah karena pelaku pasar memiliki herd behaviour (sikap ikut-ikutan). Ketika orang panic selling, ikutan panic selling. Sebaliknya ketika orang panic buy, ikutan panic buy. Jadi apa yang sebaiknya kita lakukan ketika saham yang kita beli turun?

1. Cek Kembali Kondisi Fundamental Perusahaan

Yang paling penting adalah menghilangkan rasa cemas yang kita miliki sebagai investor. Dengan melakukan pengecekan kembali kondisi perusahaan kita dapat berubah dari cemas dan yakin. Jika ada penurunan laba yang hanya bersifat sementara (quarterly), sebaiknya juga melihat prospek bisnis jangka panjang. Pisahkan berita-berita yang bersifat rumor, dan fokus pada angka di laporan.

2. Averaging Down

Apabila sudah yakin dengan kondisi perusahaan tetap dalam keadaan baik, maka penurunan harga saham mencerminkan peluang untuk mendapatkannya dengan harga lebih murah. Apabila memang kita ada cash on hand, kita dapat menambah beli lagi. Teknik ini disebut averaging down, karena dengan membeli di harga bawah, otomatis modal kita secara rata-rata akan turun. Atau apabila penurunan kinerja tidak signifikan dan bersifat sementara, sementara penurunan harga sahamnya luar biasa lebay (overreacting), itu juga peluang luar biasa.

3. Menunggu

Ada kalanya di saat ada peluang baik ini kita tidak memiliki uang untuk melakukan averaging down. Jangan pernah menggunakan margin karena kita tidak tahu berapa lama harus bertahan. Menggunakan margin akan menambah panik. Kita harus ingat bahwa ada banyak sekali peluang yang ada di dunia ini dan kita tidak harus mengambil semua peluang. Jika kita bertemu dengan sebuah gunung emas dan kita memaksakan diri untuk mengangkut gunung tersebut, kita akan mati kecapekan. Maka sebaiknya syukuri peluang yang kita dapat dan ambil sesuai kemampuan kita. Jika tidak bisa averaging down pada saat itu, maka yang terbaik kita lakukan adalah menunggu.

4. Jual Rugi

Jika kondisi perusahaan memang memburuk secara permanen, misal kondisi perusahaan memang berubah, yang terbaik kita lakukan adalah menjual, walaupun dalam keadaan rugi. Tidak ada gunanya berargumen bahwa perusahaan jauh dari bangkrut karena memiliki perusahaan yang berkinerja buruk artinya kita menyia-nyiakan kesempatan kita dalam memiliki perusahaan berkinerja baik. JUAL, dan beli saham lain yang lebih baik.

5 komentar tentang “Ketika Harga Saham Turun”

  1. Wah, terima kasih tipsnya paman. Baru saja saya curhat di blog mengenai hal di atas. Ingin average down, tapi kas tipis. Apalagi sentimen sekarang sedang gak jelas arahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *