PT Lippo Cikarang Tbk, LPCK

Spread the love

Jika dilihat dari pos-pos sebelum ini, pasti para pembaca sudah tau kalau saya saat ini memiliki posisi yang besar di saham ini. Misal di pos bulan November lalu, saya mengatakan kalau LPCK adalah saham paling murah saat ini. Dan ternyata market dengan cepat mengapresiasi saham ini dari 29 November 2018 yang harganya 1675 per lembar, hari ini sudah 2840 per lembar. Atau sudah naik 69%. Saya benar-benar bersyukur bisa menemukan saham ini, punya porsi besar di portofolio dan naiknya banyak itu rasanya sungguh nikmat. 😎

Pos kali ini saya ingin bahas profil singkat LPCK dengan format mirip pos sebelumnya PTSN, mungkin nanti jika sudah banyak pos profil singkat akan saya buatkan index nya.

Profil Singkat

LPCK ini walau namanya sekarang PT Lippo Cikarang Tbk, namun sebenarnya sudah punya riwayat panjang ganti nama. Dari awalnya PT Desa Sekaib, kemudian menjadi PT Gunungcermai Inti, kemudian PT Lippo City Development, kemudian pada tahun 1995 baru menjadi PT Lippo Cikarang. Kemudian tahun 1997 LPCK listing di bursa.

Dari namanya saja Lippo Cikarang sudah sangat menjelaskan kalau ini adalah salah satu perusahaan yang dikelola Lippo Group dan bidang usahanya property di area sekitar Cikarang. Proyek-proyek besar yang sedang dikelola adalah Lippo Cikarang Residence, Orange County (yang sekarang diperkenalkan sebagai Meikarta CBD), dan Meikarta.

Rasio Keuangan (based on LK Q3 2018)

Harga SahamRp 2840
PE (Annualised)0.52x
EPS (Annualised)Rp 5502
PBV0.27x
BVPSRp 10567
ROA30.0%
ROE38.4%
EV/EBIT (TTM)2.23x
DividenRp 0

Catatan Tambahan

Walau sejak tahun 1997 sudah IPO, LPCK tidak pernah sekalipun membagikan dividen. Namun sebagai gantinya, perusahaan telah melakukan pertumbuhan yang luar biasa. Misal pada 10 tahun lalu (2009) nilai ekuitasnya adalah 500M, sementara saat ini sudah 7.5T, naik 1400% dibanding 10 tahun lalu.

EPS tahun 2018 didapat dari hasil divestasi anak usaha PT Mahkota Sentosa Utama (MSU) yang menggarap proyek Meikarta. Jadi EPS ini sifatnya one-off dan harus dijadikan pertimbangan khusus dalam perhitungan nilai wajar.

Analisa Kinerja Perusahaan Terakhir

Pada tanggal 15 Oktober 2018, KPK sedang melakukan pemeriksaaan terhadap beberapa orang atas dugaan suap yang berkaitan dengan pengajuan perizinan proyek Meikarta yang dimiliki oleh MSU. Sebagai investor kita dapat bersiap untuk kemungkinan terburuk yaitu jika MSU tidak dapat beroperasi lagi atau bernilai nol.

MSU sendiri nilai bukunya dicatat sebesar 1.9T dalam laporan LPCK. Sehingga jika kita mengurangkan ekuitas 7.5T dengan 1.9T, masih ada sisa 5.6T. Jika dibagi dengan jumlah lembar saham yang beredar (696 juta lembar) masih didapat nilai Rp 8045 per lembar.

Prepare for the worst, but hope for the best.

Kasus yang dialami MSU adalah adanya dugaan suap untuk pengajuan izin. Dalam hal etika bisnis, “menurut saya”, LPCK tidak merugikan orang lain dalam praktik bisnis ini. Uang suap yang diberikan bukanlah uang rakyat atau negara, melainkan uang yang mungkin milik pribadi. Jadi seharusnya hukuman yang mungkin akan diterima oleh pihak MSU tidaklah berat. Atau malah jika perlu, pengurusan izin berikutnya dipermudah lagi, sehingga tidak perlu ada suap.

Dalam informasi public expose LPKR (induk usaha LPCK) dikatakan bahwa proyek Meikarta dilanjutkan di atas tanah sekitar 80ha yang memang sudah ada izinnya sambil menunggu izin untuk tanah berikutnya. Dan jika dilihat dari website Meikarta sendiri, saat ini progress proyek terus berjalan (bahkan lebih cepat dari sebelumnya).

Jika proyek Meikarta ini berhasil, ada sekitar 250 ribu unit apartemen yang dipasarkan. Dengan asumsi setiap unit 100 juta rupiah, berapa pendapatan yang akan dihasilkan? Dan seandainya ada populasi manusia yang menempati 250 ribu unit rumah tersebut, kira-kira berapa pendapatan berulang (recurring income) misal dari penjualan air (water treatment) yang akan diterima LPCK dalam mengelola tempat tersebut? Untuk hitung-hitungan optimis ini, sky is the limit.

The best part untuk saham ini adalah saham ini dijual dengan PBV 0.27x saja. Di bawah nilai bukunya. Tidak sedikit, namun sangat jauh di bawah nilai bukunya Rp 10567 per lembar. Harga sahamnya hanya Rp 2840 per lembar. Seperti yang saya katakan sebelumnya, pada tahun 2009 LPCK hanya memiliki ekuitas 500M, sekarang sudah naik 1400% menjadi 2.7T. Harga sahamnya pada tahun 2009 ditutup Rp 225 per lembar, dan tahun 2015 sahamnya telah diperdagangkan di level Rp 12400 per lembar. Jika Anda telah melihat bagaimana perusahaan terus tumbuh dan demikian juga harga sahamnya terus mengikuti dengan mencetak rekor baru harga tertinggi, segala masalah yang dihadapi saat ini adalah pintu emas yang dibuka untuk investor.

Risk 💀💀
Reward ⭐⭐⭐⭐⭐

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *