ITMA, Trap for Screener

Spread the love

PT. Sumber Energi Andalan tbk dengan kode saham ITMA ini memiliki rasio keuangan yg menarik.

P/E 2.82x
P/BV 0.30x
ROE 23%
Dividend terakhir 20 rupiah tgl 22 Agustus 2017

Dilihat dengan rasio ini kelihatannya harganya sudah sangat murah atau sedang salah harga. Jadi wajar jika para value investor tertarik untuk memiliki saham ini.

Saya membiasakan agar meneliti laporan keuangan terlebih dahulu sebelum membeli. Dan di dalam laporan keuangan ITMA ada beberapa hal yang janggal. Yaitu:

1. Pendapatan usaha yang sangat kecil hampir tidak ada.
2. Laba didapat dari valuasi entitas asosiasi
3. Tidak ada dividen atau cashflow dari entitas asosiasi tersebut ke ITMA
4. Adanya pencairan deposito yang jumlahnya mirip jumlah dividen yang dibagikan
5. Entitas asosiasi hanya satu yaitu PT. Mitratama Perkasa (berikutnya disingkat PTMP) dan didapat dengan cara yang tidak lazim

30% PTMP sendiri dibeli dari PT Bumi Resource tbk (BUMI) dengan harga hanya 1$ pada 16 Agustus 2012. Ini adalah transaksi mengherankan dan misteri sampai sekarang. Padahal 70% saham PTMP dijual ke PT Benakat Integrasi tbk. (BIPI) sebelumnya senilai 190jt$. Jika dihitung berdasarkan transaksi ke BIPI seharusnya nilai PTMP yg dipegang oleh ITMA saat ini berkisar 81.4jt$. Bagaimana bisa BUMI menjualnya dengan harga 1$ saja? Pihak BUMI sendiri tidak memberi penjelasan mengenai transaksi ini. Kejadian ini menurut saya cukup bagi saya untuk menjadikan alasan investor menghindari saham BUMI.

Di sisi ITMA sendiri kita tidak dapat melihat laporan keuangan PTMP sehingga investasi pada ITMA lebih mirip membeli kucing dalam karung. Atau lebih tepatnya juga dikategorikan sebagai spekulasi.

Pada akhir 2016 ada rencana penjualan PTMP kepada BIPI. Transaksi ini menarik karena jika penjualan terjadi maka uang “real” akan masuk ke laporan keuangan ITMA. Market pun merespon dengan naiknya harga ITMA mendekati book value nya. Sayang di awal 2017 transaksi itu batal dan harga kembali turun. Berdasarkan pernyataan dari pihak BIPI, mereka masih tertarik utk memiliki sisa 30% PTMP yg sekarang dipegang ITMA. Menurut saya pribadi ada kemungkinan transaksi ini dilanjutkan kembali. Dan sampai waktunya tiba, belum ada untungnya untuk memiliki saham ITMA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *