Bitcoin, Investasi atau Spekulasi

Spread the love

Belakangan ini semakin banyak orang membicarakan “Bitcoin”. Terlepas dari teknologi dibaliknya, “Blockchain” adalah sebuah inovasi yang luar biasa, project ini sudah dimulai sejak 2008. Jadi mengapa baru hype belakangan ini? Menurut saya, karena orang-orang ingin mendapatkan keuntungan spektakuler, cepat, dan mudah dari kenaikan harga Bitcoin. Saya sendiri beberapa bulan lalu juga terpengaruh dan membeli sedikit Bitcoin. Saya hanya membeli sedikit karena saya menganggap ini adalah spekulasi.

Saya mendengar banyak argumen bahwa Bitcoin adalah investasi. Beberapa argumen ini akan saya sanggah di post kali ini.

  1. Supply bitcoin terbatas (maximum 21 juta), jika semakin digunakan artinya demand akan bitcoin tidak akan diimbangi oleh supplynya yang terbatas, dan berdasarkan prinsip ekonomi 101, harga akan naik. Saya setuju bahwa bitcoin memang terbatas, tetapi banyak subtitusi bitcoin yang akan lahir. Teknologi bitcoin sendiri bersifat open-source dan dapat diakses di github. Saudara-saudara bitcoin lain telah lahir dan terus bertambah seperti: Ethereum, Ripple, Litecoin, Stellar, dll… Bahkan perpecahan komunitas dalam Bitcoin dapat menyebabkan lahirnya saudara baru, Bitcoin Cash, Bitcoin Gold. Saat ini sudah ada ribuan coin lainnya, yang disebut altcoin.
  2. Bitcoin memudahkan cara mentransfer “nilai” tanpa batasan geografis / negara. Hal ini tidak istimewa karena banyak payment solution lain seperti VISA yang menjangkau banyak negara, meski tidak semua. Biaya transfer bitcoin saat ini pun sudah tidak murah & lambat, sudah tidak wajar lagi untuk dijadikan alat pembayaran sehari-hari. Jika saya ingin membeli software/game di Steam, saya lebih memilih menggunakan VISA daripada Bitcoin. Untuk transaksi lokal saja seperti mengisi bensin, saya juga memilih menggunakan VISA. So why bitcoin?
  3. Bitcoin sebagai tempat penyimpanan anti pemerintah, anti regulasi, anti bank sentral. Anda tidak bisa membeli pizza dengan bitcoin, tidak bisa membeli kopi dengan bitcoin, tidak dapat membeli bensin, dll… Itu melanggar hukum. Jadi sebelum digunakan kita perlu merubahnya dahulu ke mata uang negara kita, Rupiah jika di Indonesia. Menurut analisa saya, suatu hari bank sentral akan mengawasi setiap rupiah yang kita cairkan dari bitcoin & altcoin. Ingin lari dari pajak dengan menyimpan di bitcoin? Jangan harap. Karena ketika mencairkan jadi rupiah, misal lewat VIP, transaksi anda sudah terlacak di jaringan bank. Ingin bertransaksi langsung dengan bitcoin/altcoin, itu tidak realistis untuk saat ini.

Alasan rasional menyimpan bitcoin & altcoin saat ini hanya 1, yaitu: ingin mendapatkan keuntungan. Bagi saya itu bukan hal yang salah & tidak perlu dicari alasan-alasan lain untuk memperkuat opini kita. Bitcoin tidak punya nilai utilitas dalam kehidupan sehari-hari untuk saat ini. Saya membeli bitcoin karena ingin dijual lagi dengan harga yang lebih mahal. Saya sama sekali tidak mendapatkan manfaat lain dari bitcoin. Artinya ini spekulasi. Ketika berspekulasi, selalu ingat  bahwa resiko sangat tinggi, selalu siap untuk kemungkinan terburuk. Demikianlah saran saya untuk para bitcoiners đŸ™‚ Salam profit!

NB: saya telah menjual seluruh aset bitcoin & altcoin saya ketika artikel ini ditulis.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *