Aneka Produk Investasi

Spread the love

Hai, sebagai pembaca yang bisa sampai di sini, ceksaham.com, pastilah kamu adalah orang yang sudah melek finansial. Jika uang yang kita dapatkan hanya di simpan di dompet ataupun di brankas, pastilah jumlahnya (nominal) tidak akan bertambah. Tentunya kita ingin agar uang yang kita kumpulkan bertambah dengan sendirinya. Ada beberapa cara investasi yang umum di Indonesia, seperti:

  1. Menabung di bank
    di bank kita mendapatkan bunga atas uang yang kita tabung, untuk jenis deposito bunganya lebih tinggi daripada tabungan biasa. Untuk melihat bunga deposito saat ini, dapat dilihat di sini. Jangan lupa bunga yang kita dapat dikenai pajak 20%.
  2. Menyimpan emas
    karena rupiah cenderung tergerus inflasi, maka membeli emas memberikan melindungi nilai dari uang yang kita simpan. Emas yang dibeli biasanya adalah Emas Antam batangan, bukan perhiasan. Pembelian emas telah dikenai pajak 0,45% jika memiliki NPWP, dan 0,9% jika tidak memiliki NPWP. Jadi jangan heran kalau dimintai NPWP ketika membeli emas. Harga emas dapat dilihat di sini. Selisih sekitar 3%-5% antara harga beli dan harga jual adalah keuntungan bagi toko emas.
  3. Tanah & Properti
    tanah & properti memberi 2 manfaat sekaligus. Selain pertambahan nilai (harganya yang naik terus), dapat pula digunakan langsung. Jika tidak digunakan sendiri, dapat disewakan sehingga memberikan penghasilan rutin. Namun halanganĀ untuk memulai investasi ini cukup tinggi karena harganya dalam nominal besar (ratusan juta hingga milyaran) dan tidak mudah diperjualbelikan. Pajak yang dikenai untuk transaksi beli (5%) dan jual (5%) juga sangat tinggi.
  4. Mata Uang Asing
    walau sama-sama tergerus inflasi, namun ada mata uang yang lebih tahan tergerus inflasi dibanding Rupiah, contohnya US Dollar. Biasanya menyimpan mata uang asing hanya untuk diversifikasi saja karena bunga yang diberikan biasanya kalah dibanding menabung rupiah.
  5. Reksadana
    daripada bingung memilih produk investasi yang tepat, ada orang yang lebih memilih menyerahkan pada yang ahli, yaitu manager investasi. Dengan membeli reksadana kita menyerahkan uang kita agar dikelola manager investasi. Investasi reksadana dapat dimulai dengan dana yang kecil (beberapa ratus ribu rupiah) dan juga mudah diakses, anda dapat membeli reksadana lewat layanan internet banking bank tertentu.
  6. Saham
    saham adalah tanda kepemilikan perusahaan. Manfaat saham ada 2, yaitu dividen (laba perusahaan yang dibagikan ke pemilik) dan harga saham yang naik karena perusahaan yang terus tumbuh. Untuk memulai investasi saham juga mudah, cukup datangi kantor broker terdekat dan buka rekening. Perdagangan saham saat ini sudah dilakukan secara online, jadi kita dapat membeli (dan menjual) saham perusahaan hanya dengan beberapa klik/tap di jari. Menjual saham juga tidak repot, tidak susah mencari pembeli, fee & pajak transaksi sangat kecil. Hal ini memungkinkan untuk kita melakukan transaksi beli dan jual kembali hanya dalam hitungan beberapa jam saja, jadi uang kita tidak perlu terkunci lama.

Semua investasi memiliki resiko kerugian, uang anda bisa saja berkurang atau hilang jika salah membeli. Tingkat resiko setiap produk investasi berbeda. Dengan menambah pengetahuan kita akan produk investasi yang kita beli, kita dapat mengecilkan resiko kerugian sekaligus menambah peluang mendapatkan imbal hasil yang lebih tinggi. Sesuai nama situs ini, ceksaham.com akan lebih fokus membahas investasi di bidang saham. Jika ingin belajar investasi saham, ikuti terus post di sini ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *